Larangan Memutus Tali Silaturahmi



LARANGAN MEMUTUS TALI SILATURAHIM




وَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ – يَعْنِي: قَاطِعَ رَحِمٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ


Dari Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 2984 dan Muslim, no. 2556]





1. Memutus silaturahim membuat seseorang jauh dari rahmat dan ridha Allah
 
2.   Akhlak/adab berkaitan erat dengan aqidah dan ibadah. Maka akhlak terhadap keluarga (Silaturahim)      bisa menyebabkan seseorang masuk surga jika dia berperilaku baik, dan bisa menyebabkan dia masuk neraka jika dia memutuskan tali silaturahim.

3. Dikatakan tidak masuk surga, ini merupakan kalimat ancaman. Kalimat “tidak masuk surga” bisa ditafsikan dengan bukan tidak masuk surga sama sekali, tetapi disiksa dahulu kemudian masuk surga jika ada iman. Bisa juga diartikan tidak masuk surga sama sekali

4. Diharamkan memutuskan silaturahim, bahkan perbuatan ini termasuk dosa besar.Allah Ta’ala berfirman dalam surat al baqarah ayat 27

الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ


(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi

5. Hakikat menghubungkan ar-rahim adalah menghubungkan kepada kerabat yang telah memutus tali persaudaraan tersebut. Sedangkan orang yang menyambungkan kekerabatan kepada yang sudah tersambung disebut mukafii (balas budi).

6. Bentuk memutus silaturahim bisa dengan menyakiti kerabat, atau enggan berbuat baik kepadanya. Bentuk berbuat baik kepada kerabat adalah dengan menziarahi, mengucapkan salam, dan berkhidmat kepada mereka, juga menjenguk mereka ketika sakit dan memenuhi undangan mereka. Kebalikan dari ini berarti termasuk qathi’ rahim

7. Di antara bentuk memutus silaturahim adalah mengelompok

-kelompokkan kerabat, sehingga timbul saling benci dan dendam, juga saling menjauhkan hubungan. Akhirnya anak-anak juga tidak mengetahui siapakah kerabat mereka




SIMPANLAH SEJENAK HPMU, FILMMU,
KESIBUKANMU UNTUK SEKEDAR BERBICARA
BERCANDA DENGAN KELUARGA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Tips Public Speaking yang Baik dan Benar: Rahasia Bicara Percaya Diri di Depan Umum

Server Wheelcraft - Games