Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Teks Eksplanasi

Pengertian Teks Eksplanasi     Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang mengapa dan bagaimana suatu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya bisa terjadi. Suatu peristiwa alam maupun sosial yang terjadi disekitar kita, selalu mempunyai hubungan sebab akibat dan proses.     Tujuan teks eksplanasi  yaitu menjelaskan fenomena yang terjadi dan menjelaskan sebab-akibat suatu peristiwa. Ciri-Ciri Teks Eksplanasi Ciri-ciri teks eksplanasi yaitu: - Strukturnya terdiri dari pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi. - Informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual) - Faktual tersebut memuat informasi yang bersifat ilmiah/keilmuan - Sifatnya informatif  dan tidak berusaha untuk memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas - Memiliki / menggunakan sequence markers Kaidah Kebahasaan - Fokus pada hal umum (generik) bukan partisipan manusia - Menggunakan istilah ilmiah - Lebih banyak menggunakan verba material dan verba r...

Sujud Tilawah

Pengertian Sujud Tilawah      Sujud merupakan salah satu ibadah yang penting untuk kita pelajari karena merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan ketundukan kita kepada Allah SWT. Sujud tilawah adalah sujud yang disunahkan bagi orang yang membaca Al-Qur’an. Ketika sampai ayat sajdah maka dia disunahkan sujud tilawah. Hukum melakukannya adalah sunah muakad. Rasulullah saw. bersabda: Artinya: “Dari Ibnu Umar: Bahwa Nabi saw., pernah membaca Al-Quran di hadapan kami, ketika beliau melalui ayat sajdah, maka beliau melakukan sujud, maka kami bersujud pula bersama-sama dengannya.” (H.R. Muslim : 900) Tata Cara Sujud Tilawah Cara melakukan sujud tilawah di dalam salat adalah: a. Niat b. Membaca takbir. c. Sujud sambil berdoa sebagai berikut. سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ Artinya: " Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang membentuknya, dan yang mem...

Dialog Bahasa Inggris WE CAN DO IT AND WE WILL DO IT

  We will learn :  To state that we can do something To state that we will do something (Kita akan mempelajari : Untuk menyatakan bahwa kita bisa melakukan sesuatu Untuk menyatakan bahwa kita akan melakukan sesuatu) Contoh dialog : A : “Beni, can you write the message in English?” B : “I don’t think i can, but i will try” artinya : A : “Beni, bisakah kamu menulis pesannya dalam bahasa Inggris?” B : “Aku tidak berpikir aku bisa, tapi aku akan mencoba” A : “Siti, I think you can ask me the question in English” B : “I’m not sure, but i will try” artinya : A : “Siti, aku pikir kamu bisa bertanya dengan bahasa inggris” B : “Aku tidak yakin, tapi aku akan mencoba” A : “Will you sing an English song in Miss Nani’s birthday? I know you can” B : “Ok, i will. But, why not you? you can sing too, can’t you?” artinya : A : “akankah kamu bernyanyi lagu berbahasa inggris di ulang tahun Bu Nani? aku tahu kamu bisa” A : “Lina, i’m sorry. I cannot come on time to the meeting” B : “You can’t? I ...

Silaturahmi dan Keutamaannya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم: «مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ, وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ, فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ». أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ. Dari Abu Hurairah- Semoga Allah meridhainya-Dia berkata; Rasulullah bersabda; “Barang siapa yang ingin dilapangkan (pintu) rizki untuknya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung tali silaturrahim” (HR. Bukhari) PENJELASAN HADITS 1.Hadits ini menunjukan kepada kita tentang keutamaan silaturahim; yaitu diluaskan rizkinya dan              dipanjangkan umurnya 2. Rizki yang dimaksud maknanya sangat luas sekali. Rizki mencakup; harta, makan. minum, ,                        keberkahan ilmu, keluarga yang harmonis. dll 3. Ada dua pendapat mengenai Dipanjangkan umurnya ; pendapat pertama yaitu diberkahi umurnya,           seda...

Adab Makan

  Makan Berlebihan, boros dan sombong وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ, عَنْ أَبِيهِ, عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – كُلْ, وَاشْرَبْ, وَالْبَسْ, وَتَصَدَّقْ فِي غَيْرِ سَرَفٍ, وَلَا مَخِيلَةٍ – أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ, وَأَحْمَدُ, وَعَلَّقَهُ اَلْبُخَارِيُّ. Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan dan minumlah, berpakaianlah, juga bersedekahlah tanpa boros dan bersikap sombong.” (HR. Abu Daud, Ahmad, dan dikeluarkan oleh Al-Bukhari secara mu’allaq). [HR. Abu Daud Ath-Thayalisi, 4:19-20; An-Nasai, 5:79; Ibnu Majah, no. 3605; Ahmad, 11:294,312. Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan]. PENJELASAN HADITS 1. Allah membolehkan bagi hamba-Nya segala macam rezeki yang baik; dari      makanan, pakaian bahkan bersedekah 2. Haramnya segala macam rezeki tersebut adalah ketika seseorang berlaku      boros dan sombong ...

Adab Berpakaian

 Adab Berpakaian وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – لَا يَنْظُرُ اَللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tidak akan memandang orang yang menyeret pakaiannya karena sombong.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 5783 dan Muslim, no. 2085] 1. Hadits ini menunjukkan terlarangnya memakai pakaian menjulur hingga ke tanah (disebut isbal) dalam rangka kesombongan. Hukumnya haram dan termasuk dosa besar karena diancam bahwa Allah tidak akan memandang pelakunya pada hari kiamat. 2. Yang dimaksud pakaian di sini adalah celana, gamis, maupun sarung. 3. Bagaimana jika pakaian menjulur di bawah mata kaki namun tidak sombong? Untuk masalah ini para ulama berbeda pendapat. Ada ulama yang berpendapat haramnya seperti yang dianut oleh salah satu pendapat dalam madzhab Hambali. Sedangkan jumhu...

Adab Memakai Sandal

Adab Memakai Sandal  HADITS PERTAMA وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – إِذَا اِنْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ, وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ, وَلْتَكُنْ اَلْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ, وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ – Darinya (dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu), ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian memakai sandal, maka hendaklah ia mendahulukan kaki kanan. Sedangkan apabila ia hendak melepaskannya, maka hendaklah ia mendahulukan kaki kiri. Jadikanlah kaki kanan yang pertama kali memakai sandal, dan yang terakhir melepaskannya.” (HR. Bukhari, no. 5856 dan Muslim, no. 2097) [Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al- Bukhari dalam Kitab Al-Libas, Bab melepas sandal kiri] PENJELASAN HADITS 1. Disunnahkan memulai memakai sandal dengan kaki kanan karena memakai sandal termasuk memuliakan kaki. Karena kaidahnya, mendahulukan yang kanan untuk tujuan takrim (pemuliaan), untuk zi...

Larangan Memutus Tali Silaturahmi

LARANGAN MEMUTUS TALI SILATURAHIM وَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ – يَعْنِي: قَاطِعَ رَحِمٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ Dari Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 2984 dan Muslim, no. 2556] 1. Memutus silaturahim membuat seseorang jauh dari rahmat dan ridha Allah   2.   Akhlak/adab berkaitan erat dengan aqidah dan ibadah. Maka akhlak terhadap keluarga (Silaturahim)      bisa menyebabkan seseorang masuk surga jika dia berperilaku baik, dan bisa menyebabkan dia masuk neraka jika dia memutuskan tali silaturahim. 3. Dikatakan tidak masuk surga, ini merupakan kalimat ancaman. Kalimat “tidak masuk surga” bisa ditafsikan dengan bukan tidak masuk surga sama sekali, tetapi disiksa dahulu kemudian masuk sur...