Adik Yang Mengejutkan - Cerita
Saat itu saya kelas IV sd. Saya adalah anak sulung. Saya mempunyai 3 adik perempuan. Yang pertama bernama H.Ashri.S, yang kedua bernama Hasna.S.M, dan yang terakhir bernama Haniya.S.I.
Ketiga adikku itu sangat dicintaiku (bukan pacaran). Haniya adalah adik favorite ku. Sudah terbiasa saya mempunyai kasur bertingkat. Saya tidur dikasur bagian atas. Sementara pamanku tidur dibawah Suatu hari saya bermain bersama semua adikku. Saya dan Ashri naik ke kasurku. Tetapi Hasna dan Hanya tidak bisa naik ke kasurku. Saya mengambil tongkat pramuka dan berlari lagi menuju Ashri.
Hasna lalu meminta susu kepada ibuku. Tetapi Haniya hanya berdiam dibawah sambil menangis. Lalu Saya memutuskan untuk mengayunkan ujung tongkat ke Haniya, tetapi ujung yang lainnya dipegang saya. Haniya berhenti menangis, karena yang diinginkannya memegang tongkat. Lalu tongkat itu tak sengaja Haniya lemparkan dan mengenai mukanya sendiri. Tetapi haniya tidak menangis. Haniya lalu menuju kamar mandi. Sementara saya dan Ashri turun. Ashri memberitahuku bahwa Haniya duduk di lantai kamar mandi. memang benar karena Haniya baru berusia 1 tahun. Tak bisa dibiarkan jadi Saya gendong Haniya. Sampai di ruang TV, haniya kusimpan di lantai. Haniya mengamuk sambil menangis. Tak lama kemudian Haniya bermuka biru pucat, bibirnya biru hitam, matanya seperti orang tidak sadar. Lalu ibuku menangis karena khawatir akan keadaan Haniya. Lalu ibuku membawa Haniya ke bidan. Saya disuruh ibuku menelepon ayahku. Sudah lebih 10x saya menelpon ayahku, tetapi tidak dijawab. Saya menangis karena Khawatir tentang Haniya. setelah ibuku pulan dari bidan, Haniya tertidur pulas. kata bidan "Haniya tidak apa-apa. tadi anya kekurangan oksigen". Saat Haniya bangun saya gembira karena Haniya tidak apa-apa.
Ketiga adikku itu sangat dicintaiku (bukan pacaran). Haniya adalah adik favorite ku. Sudah terbiasa saya mempunyai kasur bertingkat. Saya tidur dikasur bagian atas. Sementara pamanku tidur dibawah Suatu hari saya bermain bersama semua adikku. Saya dan Ashri naik ke kasurku. Tetapi Hasna dan Hanya tidak bisa naik ke kasurku. Saya mengambil tongkat pramuka dan berlari lagi menuju Ashri.
Hasna lalu meminta susu kepada ibuku. Tetapi Haniya hanya berdiam dibawah sambil menangis. Lalu Saya memutuskan untuk mengayunkan ujung tongkat ke Haniya, tetapi ujung yang lainnya dipegang saya. Haniya berhenti menangis, karena yang diinginkannya memegang tongkat. Lalu tongkat itu tak sengaja Haniya lemparkan dan mengenai mukanya sendiri. Tetapi haniya tidak menangis. Haniya lalu menuju kamar mandi. Sementara saya dan Ashri turun. Ashri memberitahuku bahwa Haniya duduk di lantai kamar mandi. memang benar karena Haniya baru berusia 1 tahun. Tak bisa dibiarkan jadi Saya gendong Haniya. Sampai di ruang TV, haniya kusimpan di lantai. Haniya mengamuk sambil menangis. Tak lama kemudian Haniya bermuka biru pucat, bibirnya biru hitam, matanya seperti orang tidak sadar. Lalu ibuku menangis karena khawatir akan keadaan Haniya. Lalu ibuku membawa Haniya ke bidan. Saya disuruh ibuku menelepon ayahku. Sudah lebih 10x saya menelpon ayahku, tetapi tidak dijawab. Saya menangis karena Khawatir tentang Haniya. setelah ibuku pulan dari bidan, Haniya tertidur pulas. kata bidan "Haniya tidak apa-apa. tadi anya kekurangan oksigen". Saat Haniya bangun saya gembira karena Haniya tidak apa-apa.
Komentar
Posting Komentar